Proyek Perkuatan Tebing Sungai Kelingi di kelurahan Tapak Lebar Menelan Anggaran Miliyaran Rupiah

Lubuklinggau, Linggaufakta.Com –,Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengucurkan dana hampir satu miliar rupiah untuk proyek pembangunan perkuatan tebing Sungai Kelingi. Proyek yang berlokasi di Kelurahan Lubuklinggau Ulu dan Kelurahan Tapak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1 kota Lubuklinggau 11/10/25

Tentunya hal ini menjadi perhatian publik  setelah muncul dugaan adanya “pengurangan volume” dalam pelaksanaannya.Berdasarkan data kontrak, proyek ini dilaksanakan oleh CV. Sinar Salwa Persada dengan nilai kontrak mencapai Rp. 995.221.000,00 dan memiliki waktu kerja selama 90 hari kalender.

Lokasi dan Konfirmasi Warga/Lurah mengenai  Proyek pembangunan bronjong ini  setelah wawancarai awak media  terhadap  warga setempat dan termasuk  pihak kelurahan. Disebutkan Salah seorang warga di RT 01 Kelurahan Tapak Lebar yang enggan disebutkan namanya,lebih kurang  pada 9 Oktober 2025, bahwa ia membenarkan lokasi bronjong masuk wilayah RT 01 Tapak Lebar”

“Lanjutnya dengan batas di area sekolahan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui detail panjang bronjong dan menyarankan awak media untuk menghubungi Ketua RT 01, Bapak Yazit alias Bekek. Sayangnya, Ketua RT tidak berhasil ditemui di kediamannya.

“kemudian Lurah Tapak Lebar, Sulempri, saat dikonfirmasi di kantornya pada 10 Oktober 2025, membenarkan adanya pembangunan bronjong di wilayah kerjanya, tepatnya di RT 01. “Di tempat kita tidak terlalu panjang. Yang panjang itu di Kelurahan Linggau Ulu,” jelasnya. Sulempri juga menambahkan bahwa ia tidak mengetahui detail spesifik panjang dan tinggi bronjong karena berhalangan hadir saat kegiatan titik nol. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan hasil yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.*

‎”setelah itu Terkendala Konfirmasi Dinas PUPR Upaya konfirmasi kepada Dinas PUPR Kota Lubuklinggau, khususnya Bidang Sumber Daya Air (SDA), pada 9 Oktober 2025 menemui jalan buntu. Salah seorang staf di bidang tersebut enggan memberikan keterangan, khawatir salah informasi. “Kami tidak tahu pak. Tanyakan saja sama pak Sahril atau kepada pak Helmi saja, nanti kami salah,” ujarnya.(Suryadi/Dit)